1. Konsep Dasar
Kebutuhan manusia akan kebutuhan bahan-bahan pokok sangat besar, dikarenakan keinginan manusia yang tidak ada batasnya. di zaman sekarang kebanyakan orang sangat mementingkan kemudahan dalam segala hal antara lain kemudahan berbelanja, kemudahan pembayaran dan lain lain. Hal ini disebabkan waktu yang mereka miliki amat sedikit karena dituntut oleh pekerjaan mereka, dan juga karena kecanggihan teknologi saat ini yang membiasakan orang untuk bersikap manja. Karenanyalah banyak bermunculan mini-market di Indonesia, disetiap sudut kota tersebar mini-market yang berlomba-lomba mendatangkan pelanggan. Salah satunya adalah Circle-K.
2. Brand Equity
- Brand Awareness
Di segmen minimarket, Circle-K dianggap pelopor outlet yang buka nonstop 24 jam. Karena dianggap pioner, sudah tentu brand Circle K cukup familiar. Terlebih saat kali pertama hadir tahun 1986 dengan outlet pertamanya di bilangan Pakubowono, Jakarta Selatan. Untuk menggarap ceruk pasar malam hari, Circle K mengusung konsep convenience store. Pelanggan mendatangi Circle K hanya untuk memenuhi produk-produk food dan nonfood yang segera digunakan (immediate consumption). Jumlah item produk terbatas oleh kebutuhan yang sifatnya mendesak dan hanya sedikit menyuguhkan produk-produk kelontong (groceries).
- Quality of Brand
Circle-K merupakan salah satu mini-market yang memiliki kelebihan yaitu sebuah perizinan khusus kepada para pelanggannya untuk meminum minuman keras yang dijual di Circle-K asalkan kita berada didalam lingkungan Circle-K itu sendiri. Circle-K juga menyediakan produk yang tidak disediakan oleh minimarket lain. Yaitu mesin minuman instan, dimana konsumen dapat membeli minuman hangat seperti Milo hangat, Nescafe hangat, dll. Selain itu, Circle K menerapkan konsep penerangan (lighting) khusus untuk memberi rasa aman pengunjung apabila berbelanja malam hari, baik penerangan di dalam store maupun di area parkir. Lokasi store juga dipilih sedemikian rupa jauh dari daerah rawan tindakan kriminalitas, seperti stasiun kereta api dan terminal bus. Desain store juga berbeda. Circle K memiliki desain modern dan atraktif dengan pewarnaan ruangan dan cahaya. Rak atau display produk diatur sedemikian rupa agar terkesan leluasa, sedangkan mini market berdesain standar. Untuk meningkatkan penjualan setiap outletnya, Circle K melakukan strategi promo berupa diskon maupun program co branding dengan perbankan. Kendati kondisi ekonomi saat ini tidak kondusif, namun hal ini tidak berpengaruh terhadap penjualan karena customernya kalangan middle up. Omset penjualan setiap outlet rata-rata Rp 6 – Rp 8 juta per hari.
- Loyality
Untuk menciptakan loyalitas pelanggan (customer), pihaknya selalu berupaya memenuhi kebutuhan pelanggan. Karena itu, pihaknya senantiasa melakukan evaluasi terhadap tuntutan dan kebutuhan pelanggan yang terus bertambah dengan menyediakan produk-produk yang diinginkan pelanggan. Evaluasi dilakukan secara berkala setiap bulan. Usulan pelanggan terhadap suatu produk yang kebetulan tidak tersedia di outlet, bisa juga dijadikan masukan untuk menambah item produk.
sumber :
http://www.scribd.com/doc/45634076/Circle-K
http://mix.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=412&Itemid=144
Tidak ada komentar:
Posting Komentar