Sabtu, 29 Oktober 2011

Brand


1. Konsep Dasar 
Kebutuhan manusia akan kebutuhan bahan-bahan pokok sangat besar, dikarenakan keinginan manusia yang tidak ada batasnya. di zaman sekarang kebanyakan orang sangat mementingkan kemudahan dalam segala hal antara lain kemudahan berbelanja, kemudahan pembayaran dan lain lain. Hal ini disebabkan waktu yang mereka miliki amat sedikit karena dituntut oleh pekerjaan mereka, dan juga karena kecanggihan teknologi saat ini yang membiasakan orang untuk bersikap manja. Karenanyalah banyak bermunculan mini-market di Indonesia, disetiap sudut kota tersebar mini-market yang berlomba-lomba mendatangkan pelanggan. Salah satunya adalah Circle-K.

2. Brand Equity
  • Brand Awareness
Di segmen minimarket, Circle-K dianggap pelopor outlet yang buka nonstop 24 jam. Karena dianggap pioner, sudah tentu brand Circle K cukup familiar. Terlebih saat kali pertama hadir tahun 1986 dengan outlet pertamanya di bilangan Pakubowono, Jakarta Selatan. Untuk menggarap ceruk pasar malam hari, Circle K mengusung konsep convenience store. Pelanggan mendatangi Circle K hanya untuk memenuhi produk-produk food dan nonfood yang segera digunakan (immediate consumption). Jumlah item produk terbatas oleh kebutuhan yang sifatnya mendesak dan hanya sedikit menyuguhkan produk-produk kelontong (groceries).

  • Quality of Brand
Circle-K merupakan salah satu mini-market yang memiliki kelebihan yaitu sebuah perizinan khusus kepada para pelanggannya untuk meminum minuman keras yang dijual di Circle-K asalkan kita berada didalam lingkungan Circle-K itu sendiri. Circle-K juga menyediakan produk yang tidak disediakan oleh minimarket lain. Yaitu mesin minuman instan, dimana konsumen dapat membeli minuman hangat seperti Milo hangat, Nescafe hangat, dll. Selain itu, Circle K menerapkan konsep penerangan (lighting) khusus untuk memberi rasa aman pengunjung apabila berbelanja malam hari, baik penerangan di dalam store maupun di area parkir. Lokasi store juga dipilih sedemikian rupa jauh dari daerah rawan tindakan kriminalitas, seperti stasiun kereta api dan terminal bus. Desain store juga berbeda. Circle K memiliki desain modern dan atraktif dengan pewarnaan ruangan dan cahaya. Rak atau display produk diatur sedemikian rupa agar terkesan leluasa, sedangkan mini market berdesain standar. Untuk meningkatkan penjualan setiap outletnya, Circle K melakukan strategi promo berupa diskon maupun program co branding dengan perbankan. Kendati kondisi ekonomi saat ini tidak kondusif, namun hal ini tidak berpengaruh terhadap penjualan karena customernya kalangan middle up. Omset penjualan setiap outlet rata-rata Rp 6 – Rp 8 juta per hari.

  • Loyality

Untuk menciptakan loyalitas pelanggan (customer), pihaknya selalu berupaya memenuhi kebutuhan pelanggan. Karena itu, pihaknya senantiasa melakukan evaluasi terhadap tuntutan dan kebutuhan pelanggan yang terus bertambah dengan menyediakan produk-produk yang diinginkan pelanggan. Evaluasi dilakukan secara berkala setiap bulan. Usulan pelanggan terhadap suatu produk yang kebetulan tidak tersedia di outlet, bisa juga dijadikan masukan untuk menambah item produk.

sumber :
http://www.scribd.com/doc/45634076/Circle-K
http://mix.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=412&Itemid=144

Sabtu, 15 Oktober 2011

Definisi Positioning

Menurut Kotler (1997: 262) : “Positioning is the act of designing the company’s offer so that it occupies a distinct and value placed in the target customer mind”.
Dengan kata lain positioning adalah suatu tindakan atau langkah-langkah dari produsen untuk mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai dimana konsumen didalam suatu segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu segmen tertentu, mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu perusahaan, dibandingkan dengan pesaingnya

Sedangkan menurut Cravens (1991:255) : Positioning adalah usaha untuk menemukan suatu celah di benak konsumen agar konsumen mempunyai image yang khusus terhadap produk atau merk produk atau bahkan terhadap perusahaan. Dari definisi diatas terkandung pengertian bahwa positioning berorientasi pada pikiran atau persepsi konsumen.

 Sedangkan positioning menurut Jack Strout : “Positioning is not what you do the product but it is what you do to the mind”.

Kesimpulan
  Positioning adalah usaha atau strategi yang di desain untuk mempromosikan sebuah produk atau sebuah lembaga perusahaan. Yang tujuannya untuk menempatkan produk atau perusahaan di benak konsumen atau target audience dengan berbagai cara, agar image produk atau perusahaan menjadi yang paling pertama diingat konsumen (Top of Mind) dibanding para pesaingnya.

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/04/peran-positioning-dalam-strategi.html
http://politik.kompasiana.com/2011/03/23/positioning/

Minggu, 18 September 2011

Contoh Produk STP

PRODUK I
RIDER UNDERWEAR

SEGMENTASI

1.Demografis 
  • Usia 23 - 60 tahun
  • Jenis kelamin Pria
  • Pendapatan Rp. 800.000,00-
2.Geografis
  • Kota Besar, contoh : Jakarta, Bandung, Surabaya, dll.
3. Psikografis
  • Sebagai pakaian untuk para pria dewasa dan aktif bekerja.
  • Status Sosial: Menengah.
POSITIONING
    
    Bicara soal market leader, merek ini memang pernah berjaya di tahun 1970-an hingga 1980-an. Pangsa pasarnya di atas 50%, bahkan mungkin lebih besar lagi karena pada saat itu masih sedikit sekali merek underwear yang beredar. Selain Rider, terang Hanan, cuma ada Hing’s yang terhitung besar.Bagaimana upaya Rider untuk kembali menjadi pemimpin pasar? Langkah awalnya adalah dengan meningkatkan brand awareness merek tersebut. Salah satunya lewat TVC yang sekarang sedang gencar tayang di televisi. Meski sebenarnya upaya-upaya mengangkat awareness merek ini sudah dilakukan sejak tahun 2004, yaitu dengan relaunch dan repackaging. Promosinya kebanyakan di media cetak. Boleh dibilang tahun 2008 ini merupakan gebrakan yang terbesar Rider, setelah hampir 10 tahun vakum beriklan di televisi. Dan Bukan mustahil bila Rider kembali menjadi market leader, karena Rider telah "menempel" dihati para pria dewasa era tahun 70'an dan 80'an. Dan jelas buan tak mungkin pula para orang tua sekarang akan merekomendasikan anak-anaknya memakai merk ini...



PRODUK IIKIWI SHOE POLISH
SEGMENTASI

1. Demografis
  • Usia 17 - 60 tahun
  • Jenis Kelamin Pria dan Wanita
  • Pendapatan Rp. 800.000,00-
2. Geografis
  • Kota Besar, contoh : Jakarta, Bandung, Medan, dll.
3. Psikografis
  • Sebagai gaya hidup bagi para pria dan wanita usia kerja yang menggunakan sepatu kulit saat bekerja dan ingin selalu terlihat rapi dan mengkilap.
  • Status sosial : Menengah. 
Positioning 
 
    KIWI adalah sebuah produk yang berasal dari new zealand dan di dirikan hampir seabad yang lalu tepatnya pada tahun 1906, dan faktanya KIWI adalah produk perawatan sepatu paling banya digunakan di dunia.di dirikan oleh William Ramsay (Polandia) saat ber imigrasi ke selandia baru. Produk ini pun telah menjadi "top of mind" bagi semua orang, dan selalu menjadi rekomendasi kepada kaula muda yang memasuki usia kerja. karenanya KIWI adalah produk yang telah menjadi market leader di bidang semir sepatu.

sumber :
http://www.marketing.co.id/retail/2011/07/04/upaya-rider-menjadi-leader/
http://www.indoswara.com/view.php?pg=2008/10/25102008/73&

Sabtu, 10 September 2011

Definisi Segmentasi, Targeting, Positioning (STP) Pemasaran

Segmentasi

Pada dasarnya, segmentasi pasar adalah proses membagi pasar keseluruhan suatu produk atau jasa ke dalam beberapa segmen. Dengan melakukan segmentasi pasar, pemasaran akan lebih terarah dan efektif sehingga dapat memberikan kepuasan kepada konsumen.
Ada beberapa variabel segmentasi yaitu:

1. Demografis
Segmentasi ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan variabel demografis seperti : Usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, pekerjaan, geografis.
2. Psikografis
Segmentasi ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang berlainan menurut kelas sosial, gaya hidup, kepribadian, latar belakang, dan lain-lain. Informasi demografis sangat berguna, tetapi tidak selalu menyediakan informasi yang cukup untuk membagi konsumen ke dalam segmen-segmen, sehingga diperlukan segmen berdasarkan psikografis untuk lebih memahami karakteristik konsumen.

Targeting

Targeting adalah  membidik target market yang telah kita pilih dalam analisa segmentasi pasar. Dalam hal ini tentu saja serangkaian program pemasaran yang dilakukan harus pas dengan karakteristik pasar sasaran yang hendak kita tuju.
Langkah dalam mengembangkan targeting yaitu :
 
1. Mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen dengan menggunakan variable-variabel yang dapat mengkuantifikasi kemungkinan permintaan dari setiap segmen, biaya melayani setiap segmen, dan kesesuaian antara kompetensi inti perusahaan dan peluang pasar sasaran.

2. Memilih satu atau lebih segmen sasaran yang ingin dilayani berdasarkan potensi laba segmen tersebut dan kesesuaiannya dengan strategi  perusahaan.

Positioning

Positioning adalah  dengan upaya identifikasi, pengembangan, dan komunikasi keunggulan yang bersifat khas serta unik. Dengan demikian, produk dan jasa perusahaan dipersepsikan lebih superior dan khusus (distinctive) dibandingkan dengan produk dan jasa pesaing dalam persepsi konsumen.
 
Persepsi pelanggan terhadap produk yang dihasilkan dan bukan hanya sekedar produk fisik adalah fokus utama Positioning.  Keberhasilan positioning sangat ditentukan oleh kemampuan sebuah perusahaan untuk mendeferensiasikan atau memberikan nilai superior kepada pelanggan. Nilai superior sendiri dibentuk dari beberapa komponen.
Sedangkan kunci utama keberhasilan positioning terletak pada persepsi yang diciptakan dari  persepsi perusahaan terhadap dirinya sendiri, persepsi perusahaan terhadap pesaing, persepsi perusahaan terhadap pelanggan, dll.

sumber : 
 
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/09/strategi-pemasaran-marketing-strategy.html
http://rajapresentasi.com/2009/08/segmentasi-targeting-dan-positioning-dalam-manajemen-pemasaran/
http://mycopypast.blogspot.com/2009/07/segmentasi-pasar-penentuan-target-pasar.html

Sabtu, 03 September 2011

integrated marketing communication

Integrated Marketing Communication (IMC) adalah sebuah proses penyampaian pesan dari produsen kepada konsumen melalui perencanaan marketing komunikasi secara terpadu untuk mengevaluasi peranan strategis dari berbagai elemen komunikasi pemasaran, seperti public relation, advertising, direct selling, sales promotion, dan interactive marketing, untuk memberikan kejelasan, konsistensi, serta pengaruh komunikasi yang maksimum
Integrated Marketing Communication atau Komunikasi Pemasaran Terpadu merupakan sebuah memiliki tujuan untuk mengelola hubungan dengan konsumen agar terjalin hubungan yang saling menguntungkan satu sama lainnya.

            Salah satu contoh dari integrated marketing communication (imc) ini dapat kita lihat pada event yang di adakan oleh produk minuman kemasan Fruit Tea yang mengadakan konser di balai kartini, Jakarta pada Mei 2011. Ini adalah salah satu cara promotion mix bagi produsen yang menggunakan imc. Di mulai dari stand – stand yang dibuat oleh fruit tea untuk menawarkan produknya melalui spg dan spb kepada pengunjung secara langsung, ini adalah contoh personal seller. Dan terdapat 100 mystery tiket bagi pengunjung yang ingin mendapatkan keuntungan. Bagi mereka yang beruntung, bisa mendapatkan CD Avril Lavigne yang terbaru, Fruit Tea Sosro Sensasi baru, dan Starter Pack Flexi Irit dengan harga 300 ribu rupiah. Dan ini adalah contoh dari sales promotion.

            Dalam acara ini marketer menghadirkan Avril Lavigne untuk menarik perhatian konsumen. Dalam event kali ini fruit tea mengundang beberapa stasiun televisi dan jurnalis dari beberapa majalah musik untuk mendokumentasikan acara yang bertemakan “Avril Lavigne Black Star Tour 2011” ini, dengan tujuan agar acara ini dapat diketahui oleh masyarakat luas. Ini adalah contoh publicationEvent ini diiklankan dengan berbagai cara antara lain, billboard di jalan – jalan besar, poster yang tersebar di berbagai tempat dan internet. Ini adalah contoh advertising.
           
Dengan cara membuat event atau acara seperti itu, sudah termasuk  IMC  yang di buat oleh marketer dari produsen terkait untuk mempromosikan produknya. Jadi suatu promosi yang di dalamnya terdapat promosi – promosi yang saling berkaitan, dalam satu event atau satu acara.